Friday, May 15, 2009

Hilangnya Chika

Anjing saya namanya Chika, dia anjing yang cantik, pintar, dan manja. Tapi itu dulu, sebelum kaki belakangnya lumpuh. Sebentar lagi dia ulang tahun yang ke-13, sudah tua renta ya. Teman-teman dekat yang tahu Chika suruh saya untuk suntik mati dia. Kejam ya? Mereka berkata demikian ada sebabnya. Dulu kedua kaki belakangnya pernah lumpuh total. Sekarang dia sudah bisa berdiri dan berjalan, tapi tidak sempurna. Kadang kalau kakinya sedang tidak kuat, dia akan jatuh dan akhirnya jalannya ngesot. Hahaha...Sering dia jatuh saat sedang pipis, jadinya bau deh...Semakin tua, semakin aneh penyakitnya. Waktu itu sampai pernah operasi angkat rahim yang lumayan mahal. Terakhir, dokter bilang dia alergi makanan manusia, jadinya harus makan dog food aja, gak boleh makan nasi lagi. Badannya jadi gatel dan bulunya rontok segumpal-segumpal karena alergi itu. Jadi sempat dia saya gundulin sampe botak dan jadilah dia seekor anjing aneh. Saya sampe malu kalo ajak dia keluar jalan karena diliatin orang. Hehe.. Mungkin karena semua keadaan Chika yang seperti itu teman2 suruh saya untuk suntik mati dia. Waktu itu, saya benar2 akan melakukannya. Benar2 membulatkan tekad untuk membawanya ke dokter. Bahkan saya sudah say good bye ke Chika dan minta maaf karena harus ‘membunuh’ dia dengan cara seperti itu. Tapi di saat2 terakhir, mama telpon dari luar ngeri bilang untuk tetep mempertahankan dia. Mungkin Chika tetap ada sampai sekarang, supaya saya bisa membagikan sesuatu hal ini kepada teman2.

Hari Senin, 6 April 09, sehari setelah minggu palma, dia hilang. Dia tidak ada di rumah saat saya pulang kerja. Padahal sore itu habis hujan gede, dan masih gerimis. Jalan depan rumah saya tegenang air, padahal bisa dibilang lebih tinggi dari daerah lain di kompleks. Panik...anjing pincang, yang jalan aja susah..berteduh di mana dia gerimis2 gini? Banjir pula..pasti dia jatuh2 dan basah dan kedinginan.. .saya berusaha menenangkan diri, Chika tidak akan jalan jauh, paling2 ke gang sebelah dan dia tidak suka air, paling2 dia berteduh di halaman rumah orang or di pinggir jalan..

setelah ganti celana pendek, saya keluar lagi untuk cari dia..saya naik motor, pelan2 saya liatin pinggir2 jalan dan halaman rumah orang sambil panggil2 dia. Gang saya CLEAR, coba gang sebelah kiri, CLEAR juga, berarti di gang sebelah kanan nih, sebentar lagi saya akan menemukan dia dan akan menggendongnya pulang. Di gang sebelah kanan ternyata CLEAR juga...panik, cemas, khawatir..bagaimana kalau saya tidak bisa menemukan dia, apa yang akan terjadi dengan dia. Dia anjing manja yang tidak akan bisa survive di luar sana, kedinginan, kelaparan, tidak akan ada yang mau adopsi dia karena dia jelek, DIA AKAN MENDERITA... saya merasa menyesal sekali karena tidak menutup lubang yang sengaja dikorek Chika supaya dia bisa keluar masuk rumah dengan bebas. Tadinya saya pikir dengan adanya lubang itu, Chika akan senang karena dia bisa jalan2 keluar kapan saja. Dia tidak akan jalan terlalu jauh dan selalu pulang ke rumah sebelum saya pulang kerja. Saya MENYESAL. Bagaimana kalau ternyata dia sudah diculik oleh ‘pemburu anjing’ untuk dipotong? Kalau restoran mereka lagi kekurangan stok anjing, kan bisa saja mereka ambil Chika, walaupun keliatan dia sudah tua dan dagingnya tidak akan enak, daripada tidak ada anjing untuk dijadikan masakan...Chika MATI..

Saya tambah PANIK, CEMAS, TAKUT, SEDIH..saya memutar kembali ke gang saya, saya panggil2 dia dengan lebih kencang, suara saya agak tinggi karena mulai emosi dan mata saya mulai berkaca2. SAYA HARUS MENEMUKAN DIA KARENA SAYA TIDAK MAU DIA MENDERITA DI LUAR SANA DAN SAMPAI MATI DIBUNUH. Saya tanya orang2 yang saya jumpai di jalan: anak2 yang sedang naik sepeda di tengah gerimis, hansip, tukang becak: ‘Pak, liat anjing coklat pincang2 lewat sini gak? Bulu di sekitar pantatnya botak?’dan akhirnya ada yang melihat Chika. Rupanya dia keluar dari kompleks rumah saya dari ujung gang yang satunya..orang2 bilang: dia mondar mandir aja dari tadi di depan gang ujan2an...ngesot di tengah jalan..anjingnya yang buta itu kan...Saya senang karena ada harapan untuk menemukan dia sebelum dia diculik dan dibunuh..tapi saya sedih mendengar dia ngesot di tengah jalan dan dikira buta...Anyway, saya cari dia ke arah yang mereka tunjuk...

Akhirnya saya liat Chika di ujung jalan menuju jalan raya yang banjirnya lebih tinggi...saya langsung ngebut dan teriak panggil dia...tapi masih terlalu jauh, dia tidak dengar teriakan saya..semakin jelas saya lihat dia sedang mondar mandir kebingungan karena di hadapannya jalanan banjir..mungkin dia bingung mo nyemplung ato gmn...teriakan saya tidak terdengar karena rupanya tukang becak, tukang ojek, dan orang yang sedang berteduh di ujung jalan sana sedang heboh juga lihat dia..tambah heboh lagi pas mereka dengar saya teriak2..Chika sudah nyemplung ke jalanan banjir itu..padahal banyak kendaraan yang lewat..Saya sangat bahagia sekali saat itu, tidak peduli apa2 lagi, saya juga nyemplung ke jalanan banjir itu dan langsung menggendong dia ke pinggir jalan..di pinggir jalan itu saya peluk dia untuk beberapa saat..saya tidak peduli berisik2nya tukang ojek dan tukang becak..sebuah pemandangan yang aneh mungkin bagi mereka..berpelukan dengan seekor anjing jelek di pinggir jalan!! Setelah puas peluk dia, saya bawa dia pulang, tangan kiri gendong dia, tangan kanan setir motor....

Hari itu Tuhan memberi tahu saya sesuatu...sesuatu yang meaningful..

Seperti itulah perasaanKu di saat kamu tersesat . di saat kamu berjalan terlalu jauh dan tidak bisa pulang atau tidak mau pulang, Aku sedih dan cemas karena Aku tidak mau kamu menderita di luar sana, apalagi kalau kamu sampai diculik oleh si ‘jahat’ dan kamu tidak bisa bersama-sama Aku di rumah BapaKu di surga.

Temen-temen, mungkin kita sering berjalan terlalu jauh dari Tuhan, saat Tuhan cari, kita tidak ada di sana. Kabar baiknya saat Tuhan sadar kita tidak ada lagi bersamaNya, dia tidak tinggal diam. Dia mencari kita dan memanggil2 nama kita dari pelan mungkin sampai bernada tinggi karena Tuhan semakin cemas dan takut kehilangan kita. Kabar buruknya, dosa2 kita membuat kita begitu jauuh dari Tuhan sehingga kita tidak bisa mendengar panggilan Tuhan itu (seperti Chika yang tidak mendengar teriakan saya).

Mungkin Chika sudah jelek, bau, menyusahkan, dan menurut orang2 ‘lebih baik disuntik mati daripada terus dipelihara’, tapi dia adalah anjing kesayangan saya dan mama. Dia masih berharga untuk saya dan mama. Begitu juga kita di mata Tuhan. Sebagaimana pun kita jelek dan kotor karena dosa-dosa kita, seberapapun kita sering menyakiti dan mengecewakan Dia, sebagaimanapun kita dianggap tidak berharga oleh orang2 di dunia ini, tetapi kita tetap anak kesayangan Tuhan. Kita berharga untuk Tuhan dan Tuhan menginginkan kita. HE WANTS US!!!!

Jadi temen2, kalau suatu saat kita jauh dari Tuhan, ingatlah cerita sederhana ini, supaya temen2 ingat betapa berharganya kita di mata Tuhan. Tuhan panik kalau kita tersesat dan hilang. Di saat kita mulai jauh dari Tuhan dan merasa agak tersesat, singkirkanlah dosa2mu, kita akan bisa mendengar panggilanNya, dan menemukan jalan pulang. Lalu, kita kembali ke pelukanNya yang penuh sukacita, ketenangan dan kedamaian. And then WE LIVE HAPPILY EVER AFTER. THE END.

Masa prapaskah dan paskah baru saja lewat, saya harap semangat pertobatan kita selalu nempel di keseharian kita...

Semoga sharing ini bisa memberkati temen2...

Love you all,

Sanny

2 comments:

  1. thanks for the sharing.

    ReplyDelete
  2. No greater love as great as our Lor

    ReplyDelete